SURAKARTA – Perpustakaan Universitas Andalas (UNAND) kembali menunjukkan taringnya di kancah nasional dan internasional melalui partisipasi aktif dua delegasinya, Iswadi Syahrial Nupin dan Beni Adri Yassin, dalam ajang The 2nd Annual Conference of APPTIS 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 23–26 Juni 2026 di UIN Raden Mas Said Surakarta ini mengusung tema besar “Global Knowledge Futures: Libraries, Culture, and Cross-Border Collaboration in the Age of AI”.
Rangkaian Materi Strategis dan Transformasi Digital Pada hari pertama, Selasa (23/6), konferensi menghadirkan lima pakar yang memberikan wawasan fundamental bagi dunia kepustakawanan:
- Dr. Nur Kafid (Kemenag RI): Menekankan pentingnya penguatan eksistensi PTKI melalui hilirisasi riset, inovasi, dan peningkatan publikasi ilmiah terindeks Scopus serta optimalisasi dana riset melalui MoRA Funds.
- Encik Hazmir (Chief Librarian UKM Malaysia): Memaparkan transformasi perpustakaan akademik di era AI, inovasi repositori e-Rep 2.0, serta reposisi perpustakaan sebagai “Third Space” yang adaptif terhadap teknologi masa depan.
- Bapak Sunggul (PANRB): Menguraikan tantangan ASN di era BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible), di mana pustakawan dituntut menjadi Smart ASN yang berbudaya digital dan memiliki learning agility tinggi.
- Yudho Widiatmono (Perpusnas RI): Membahas arah pembinaan jabatan fungsional pustakawan, penyelarasan Standar Kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI), serta pengembangan ekosistem talenta perpustakaan.
- Prayuda (Kemenag RI): Memberikan informasi teknis mengenai kebijakan formasi, tata cara uji kompetensi, dan digitalisasi layanan kepegawaian melalui portal jfpustakawan.
Diseminasi Riset Inovatif dan Raihan Prestasi Pada sesi Call for Papers, Rabu (24/6), kedua delegasi Unand mempresentasikan riset yang mendapatkan apresiasi tinggi dari para reviewer. Iswadi Syahrial Nupin membedah peran psikososial literasi dalam makalah bertajuk “Peran Penggerak Literasi Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sumatera Barat dalam Kegiatan Psikososial bagi Anak Korban Bencana Banjir Bandang”. Sementara itu, Beni Adri Yassin memaparkan strategi tata kelola berbasis data melalui makalah “Penguatan Monitoring dan Evaluasi Berbasis Data dalam Tata Kelola Perpustakaan Perguruan Tinggi: Studi pada Perpustakaan Universitas Andalas”. Atas inovasi tersebut, delegasi Unand berhasil meraih Penghargaan, yaitu : Iswadi Syahrial Nupin dinobatkan sebagai Juara 1 Best Presenter, Beni Adri Yassin meraih penghargaan Juara 2 Most Innovative Research.
Pada Konferensi APPTIS 2026 ini, delegasi juga mengikuti Workshop Data Analytics yang dipandu oleh Irhamni Ali, Ph.D pada Kamis (25/6). Dalam sesi ini, participant mendalami penggunaan Python, ChatGPT, dan ekosistem Hugging Face untuk analisis data kuantitatif perpustakaan yang lebih presisi.
Rangkaian kegiatan ditutup pada Jumat (26/6) dengan Study Visit ke dua ikon budaya dan literasi di Surakarta, yaitu Perpustakaan Masjid Syeikh Zayed dan Kraton Mangkunegaran, guna mempelajari manajemen perpustakaan yang memadukan nilai religi, tradisi, dan modernitas.
Dampak bagi Perpustakaan UNAND Keikutsertaan dalam APPTIS 2026 ini menghasilkan 2 sertifikat penghargaan, 2 sertifikat pemakalah dan 6 sertifikat kegiatan. Hasil perjalanan dinas ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi Perpustakaan Universitas Andalas dalam mengimplementasikan Data-Driven Governance dan memperkuat kapasitas literasi AI bagi seluruh staf perpustakaan demi pelayanan prima bagi civitas akademika.
